PRABUMULIH,Jagatrayanews.id – Seorang wartawati media online yang juga anggota Ikatan Wartawan Online (IWO) Prabumulih, Yusnia, mengaku mengalami perlakuan kurang menyenangkan saat berkunjung ke SMP Negeri 12 Prabumulih, Rabu (24/6/2026).
Menurut pengakuan Yusnia, peristiwa itu terjadi sesaat setelah dirinya bersilaturahmi dengan Kepala SMPN 12 Prabumulih. Saat itu, seorang guru yang disebut bernama Titin Andriani menanyakan identitas dirinya dan rekan yang datang bersama.
Yusnia menuturkan, setelah mengetahui dirinya berprofesi sebagai wartawan, oknum guru tersebut diduga melontarkan pernyataan yang dianggap bernada kurang bersahabat terhadap wartawan dan LSM.
“Saya cukup terkejut mendengar ucapan tersebut. Apalagi yang bersangkutan merupakan seorang pendidik,” ujar Yusnia.
Menanggapi kejadian itu, Kepala SMPN 12 Prabumulih, Laila Fadli, membenarkan adanya perselisihan verbal antara kedua pihak. Meski tidak menyaksikan secara langsung, informasi mengenai peristiwa tersebut telah diterimanya.
“Saya sudah menegur yang bersangkutan dan juga telah menghubungi Bu Yusnia. Atas nama sekolah kami menyampaikan permohonan maaf dan menyesalkan kejadian ini. Menurut saya kemungkinan terjadi miskomunikasi,” ujar Laila saat dihubungi melalui telepon.
Sementara itu, Ketua IWO Prabumulih, Anja Rolanza, turut menyesalkan insiden tersebut. Ia menilai seluruh pihak perlu mengedepankan etika dan sikap saling menghormati saat berinteraksi dengan insan pers maupun aktivis masyarakat.
“Peristiwa seperti ini sebenarnya sering menjadi keluhan rekan-rekan wartawan. Kami berharap profesi wartawan tidak dipandang negatif karena pada prinsipnya wartawan menjalankan fungsi penyampaian informasi kepada publik,” ujarnya.
Anja juga mengingatkan agar perilaku oknum tidak dijadikan dasar untuk menilai seluruh profesi wartawan.
“Kalaupun ada oknum yang kurang baik, jangan kemudian digeneralisasi. Banyak wartawan yang bekerja secara profesional dan menjadi mitra berbagai institusi, baik pemerintah, TNI, Polri, BUMN maupun swasta,” katanya.
Meski pihak sekolah telah menyampaikan permohonan maaf, IWO Prabumulih berharap dapat difasilitasi pertemuan antara Yusnia dan guru yang bersangkutan guna menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik.
“Kami menghargai itikad baik pihak sekolah. Namun karena yang bersangkutan adalah anggota IWO Prabumulih, kami berharap ada pertemuan langsung sebagai bentuk penyelesaian dan klarifikasi bersama,” tandas Anja. (*)









