KEPSEK SMPN 1 LUBAI ULU ( R.E ) TERKESAN TIDAK MAU DITEMUI WARTAWAN
Muara Enim, Jagatrayanews.id – Niat Silaturahmi dan Jalin Komunikasi baik berubah menjadi Situasi yang cukup mengejutkan terjadi saat awak media berkunjung ke lingkungan SMP Negeri 1 Lubai Ulu, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim.
Dalam rangka menjalin silaturahmi dan koordinasi, rombongan wartawan datang ke sekolah tersebut dengan maksud ingin bertemu dan menyapa langsung Kepala Sekolah dengan Inisial RE. Saat itu diterima Oleh Beberapa Guru Kelas yang sedang Santai Sembari Mempersiapkan diri untuk Memulai Aktivitas Mengajar Sesuai bidang Studi Masing-masing,Awal Team Media Menyapa dan Mengucapkan Salam Sebagai Umat Muslim Umumnya, dan salam dijawab dengan baik,Salah Media Berujar Ijin Bu Mau Ketemu Kepala Sekolah,Oh Iya pak jawab Salah satu diantara Mereka, Tunggu pak ya Bapak Sedang ada Tamu, Silahkan Tunggu dan Duduk diruang Tunggu pak,Dengan Tenang dan Senang Team Media Menunggu sesuai arahan guru tadi,Namun sayangnya, upaya untuk bertemu dengan beliau menemui jalan buntu, setelah menunggu lumayan lama tidak ada konfirmasi atau kabar dari guru tadi,team Awak media menyatakan untuk kembali bertanya prihal kepala sekolah uda bisa ditemui apa belum?,,, Ujar Salah Seorang Media
Dengan tanpa Rasa salah dan dosa Oknum Guru ini Mengatakan bahwa bapak sudah keluar ruangan dan keliling ke lingkungan Sekolah,ini benar-benar terkesan dan menunjukkan diri bahwa Kepala Sekolah ini Alergi dengan Wartawan,
Menurut informasi yang dihimpun di lokasi, sejak kedatangan awak media, pihak sekolah memberikan berbagai alasan sehingga pertemuan dengan Kepala Sekolah tidak dapat terlaksana.
Bahkan, sikap yang ditunjukkan terkesan tertutup dan kurang terbuka terhadap kehadiran insan pers. Hal ini tentu menimbulkan kesan bahwa Bapak RE seolah-olah tidak mau ditemui dan enggan berkomunikasi dengan media.
Padahal, sebagai lembaga pendidikan negeri yang melayani masyarakat, keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik dengan media adalah hal yang sangat penting untuk membangun kepercayaan publik.
Sikap yang tertutup ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Banyak pihak yang berharap agar seorang pemimpin sekolah dapat bersikap ramah, terbuka, dan mudah diakses oleh siapa saja, termasuk awak media yang tugasnya menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.
“Kami datang dengan niat baik untuk bersilaturahmi, namun sayangnya tidak dapat bertemu dan terkesan ditolak. Semoga kedepannya komunikasi bisa lebih baik lagi,” ujar salah satu wartawan yang hadir.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan mengapa Kepala Sekolah SMPN 1 Lubai Ulu sulit ditemui dan terkesan tidak mau menerima kunjungan wartawan. (Team)









