Salah Satu Diskotik Terbesar Di Palembang kena Rajia,BNNP Sumsel Upayakan pencegahan dan peredaran gelap Narkoba dan Berhasil Sita Narkoba dan Alat Kontrasepsi Di Diskotik Ternama Jalan Kolonel H.Burlian KM.9 Palembang Sumatera Selatan

Salah Satu Diskotik Terbesar Di Palembang kena Rajia,BNNP Sumsel Upayakan pencegahan dan peredaran gelap Narkoba dan Berhasil Sita Narkoba dan Alat Kontrasepsi Di Diskotik Ternama Jalan Kolonel H.Burlian KM.9 Palembang Sumatera Selatan

Jagatrayanews.id,Palembang-BNNP Sumsel Berhasil Sita Narkoba dan Alat Kontrasepsi, Razia di Salah Diskotik Ternama Jalan H Burlian Kota Palembang Sumatera Selatan
BNNP Sumsel, Jumat dini hari, 28 Juni 2024 melakukan razia di salah satu Diskotik di Kota Palembang. Namun, ada pemberitaan di salah satu media online, tidak sesuai SOP. Tetapi, hal itu dibantah BNNP Sumsel kepada awak media.
Padahal, ketika melakukan razia petugas BNNP Sumsel dihalangi masuk. Sehingga, banyak barang bukti narkoba dibuang ke WC. Karena, ada jedah waktu cukup lama ketika dilakukan razia.

Nampak suasana remang dan gelap dalam Diskotik DA saat Rajia,diduga Puluhan Remaja terancam rusak akibat Norkoba dan seks Bebas


Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Tri Julianto Djatiutomo SIk MM dikonfirmasi melalui AKBP Pauzia SP MSi menjelaskan dalam razia tersebut kepada awak media, Minggu, 7 Juli 2024.
Perempuan menjabat Kepala BNN Prabumulih ini membeberkan, pelaksanaan razia tersebut dilakukan secara resmi dan dilengkapi surat perintah Kepala BNNP Sumsel,dirinya juga berujar bahwa benar adanya petugas BNNP sempat dihalang-halangi untuk Masuk kedalam Diskotik tersebut sehingga dipastikan banyak sekali barang bukti Narkoba yang sempat dibuang karena jedah waktu Petugas BNNP terhambat mau masuk.

Barang bukti Narkoba dan alat kontrasepsi yang berhasil diamankan petugas BNNP Sumatera Selatan


Pemilik Diskotik yang Berinisial TC Ini,sempat Menolak kedatangan BNNP dgn tidak bersedia membuka pintu diskotik DA namun BNNP tetap melaksanakan razia dan menemukan puluhan orang positif narkoba,maka dari sinilah kuat sekali dugaan kami banyaknya barang bukti Obat Terlarang yang sudah dibuang,,,Tukasnya geram
“Tugas itu dilaksanakan dalam upaya pencegahan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Sumsel melalui deteksi dini lewat razia di tempat hiburan di Kota Palembang,” sebut Pau, sapaan akrabnya sambil menyebutkan, pemberitaan BNNP Sumsel melaksanakan razia tidak profesional tidaklah benar adanya.


Karena, menurut Pamen lama bertugas di Polda Sumsel ini melaksanakan razia sesuai SOP dan dalam rangka dinas resmi terbukti dilengkapi surat perintah Kepala BNNP Sumsel Nomor: Sprint/517/VI/KA/PB/2024/BNNP Sumsel.
“Munculnya pemberitaan BNNP Sumsel tidak profesional, tidaklah benar. Tetapi, hal itu malahan bagus. Mungkin, inilah bad news is good news. Mengapa, inilah pertolongan Allah guna dapat menutup tepat tersebut. Karena, sebagai tempat peredaran narkoba,” jelasnya.
Sudah beberapa kali diisukan telah ditutup karena meresahkan warga palembang, tetapi kenyataannya masih beroperasional hingga saat razia di laksanakan BNNP Sumsel. Dan, ditemukan dan berhasil diamankan 23 pengunjung positif mengkonsumsi narkoba. Terdiri dari 16 laki laki dan 7 perempuan.
“Usia berkisar 16 hingga 44 tahun dan mirisnya lagi ada pelajar dan mahasiswa, sebanyak 5 orang, karyawan swasta 10 orang dan selebihnya 7 orang buruh dan pengangguran. Adanya pemberitaan ini akan membuka semua mata dan menunjukkan kepada pemerintah, terkhusus Diknas, Dikti dan Kemenag, masyarakat dan para ulama di Kota Palembang,” bebernya sambil menyebutkan, kalau dari keterangan pengunjung diamankan dan positif. Kalau, mereka dikasih narkoba dalam diskotik.
“BNNP Sumsel menyatakan tidak hanya perang terhadap narkoba, membuat Indonesia bersinar. Tetapi, juga perang terhadap kebatilan menegakan kebenaran dan menyelamatkan anak bangsa, generasi muda dari bencana kemanusiaan akibat narkoba dan kondisi ini sangat memprihatinkan,” ucapnya sambil menegaskan, BNNP Sumsel tidak akan gentar melawan para sindikat narkoba dan tetap berkomitmen terus melaksanakan giat razia di tempat hiburan dijadikan saran melakukan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Dirinya berujar, pada saat razia dilakukan BNNP Sumsel di tempat hiburan malam tersebut dimiliki TC sedang berisi ratusan bahkan mungkin hampir 500-an generasi muda anak bangsa terlihat dalam ruangan pintu kaca tertutup sedang pesta narkoba dan seks bebas didlm ruangan diskotik.
“Terbukti dari pengunjung berhasil diambil urine hampir semua positif narkoba jenis sabu sabu dan ekstasi. Di samping itu petugas BNNP Sumsel juga menemukan barang bukti berupa ekstasi dan plastik plastik kecil, bungkus diduga bekas sabu serta alat kontrasepsi berupa kondom. Dan, saat meninggalkan ruangan pengunjung perempuan banyak berpakaian tidak senonoh dan kondisi mabuk itu benar,” tegasnya.
Ungkapnya, diharapkan masyarakat Palembang tahu bagaimana generasi muda di Palembang dibuat rusak adanya hiburan malam dikelola TH, berkedok hotel padahal tempat tersebut dijadikan diskotik memfasilitasi anak muda bebas menggunakan narkoba.
“Sebagai pemilik tempat hiburan tersebut, harusnya TH bertanggung jawab atas apa terjadi didalam diskotiknya. Saat dilaksanakan raziapun dan disampaikan personil BNNP Sumsel TH dilaksanakan tes urine sebagai contoh dia pemilik klub baik dan tidak mengkonsumsi narkoba, namun saudara TH menolak keras bahkan berkata tidak sopan dan melarikan diri memasuki salah satu ruangan,” ceritanya menegaskan, pemilik hiburan arogan dan melakukan provokasi serta menolak tes urine.
Hal itu kata dia, upaya kooperatif masih di lakukan petugas BNNP Sumsel menyampaikan kepada TH, cada mengetuk pintu agar dia membuka pintu tidak dia indahkan. Hal ini ada apa, subutnya karena seharusnya sebagai warga negara baik dia membantu kelancaran pelaksanaan tugas dilakukan BNNP Sumsel.
“Jadi jika disampaikan dan ada pemberitaan BNNP Sumsel tidak profesional, arogansi dan intimidasi semua tidak benar. BNNP Sumsel melakukan pencegahan bahaya narkoba menyelamatkan generasi bangsa, terhadap orang positif mengkonsumsi narkoba diamankan dan dibawa ke BNNP Sumsel dilaksanakan asesment awal dan screening menjalani rehabilitasi sehingga bisa lepas dari narkoba, didapatkan hasil 1 orang wajib rawat inap (merupakan karyawan diskotik) dan lain rawat jalan di klinik BNNP Sumsel,” tandasnya menerangkan, ditemukan sejumlah barang bukti narkoba dalam diskotik.
Ditambahkannya, walaupun pintu ditutup dan di halangni masuk ke dalam diskotik. Demi menyelamatkan generasi bangsa, petugas BNNP Sumsel tetap melakukan razia.
“Menemukan bukti ekstasi, dibuang di WC. Plastik bekas sabut, dan kondom di dekat meja dan bawah kursi-kursi pengunjung,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *