Jalan Negara Sepanjang 2 KM Antar Desa di Sumsel Rusak Parah Sejak 2021, Masyarakat Kritik Balai Besar Provinsi Abai

Muara Enim,Jagatrayanews.id – Jalan negara yang menghubungkan Desa Bringin dan Desa Menanti di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah dalam kondisi rusak parah selama hampir lima tahun, sejak tahun 2021 hingga saat ini. Ruas jalan sepanjang 2 kilometer tersebut menjadi beban bagi aktivitas masyarakat sehari-hari dan menghambat perkembangan ekonomi lokal.

Ruas jalan yang merupakan akses penting Lintas Tengah antar Kabupaten,Provinsi Hingga desa tersebut mengalami kerusakan berat, ditandai dengan permukaan jalan yang bergelombang, berlubang dalam, dan sebagian aspal telah mengelupas. Kondisi ini semakin memburuk saat musim penghujan, di mana jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan Tindak Kriminal

Kerusakan jalan terjadi pada ruas jalan negara yang menghubungkan Antar Kabupaten,Provinsi ,Desa Bringin dan Desa Menanti terletak di Kabupaten Muara Enim (berdasarkan data kode pos), sementara lokasi tepat Desa Bringin, secara keseluruhan ruas jalan berada di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.

Dipoto tidak terlihat jelas jika ruas jalan ini rusak parah dan memgahambat laju kendaraan dan berpotensi muncul pelaku kejahatan

Kerusakan jalan mulai terlihat sejak tahun 2021 dan hingga saat ini (Januari 2026) belum mendapatkan perbaikan yang menyeluruh. Masyarakat mengaku telah mengeluhkan kondisi jalan tersebut berkali-kali, namun belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang,Awak Media ini sudah Coba tanya ke pihak Pelaksana perawatan jalan Negara ini,, beliau menyampaikan bahwa ini sudah disampaikan ke Pihak Balai Besar perihal perbaikan Total tetapi blm ada tanggapan hingga kini,

Ratusan Hingga Ribuan Kendaraan Roda Dua dan Roda 4 Melintas dijalan ini setiap harinya, warga Desa Bringin, Desa Menanti, dan desa sekitar yang menggunakan jalan tersebut sebagai akses utama untuk pergi bekerja, bersekolah, berobat, dan mengangkut hasil pertanian serta produk lokal.
Balai Besar Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Sumsel: Sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan negara di wilayah Sumsel, namun dinilai belum memberikan perhatian yang cukup terhadap kondisi jalan rusak tersebut.
Pemerintah kabupaten dan provinsi juga menjadi pihak yang dituntut untuk turut berperan dalam mencari solusi perbaikan jalan.

Penyebab kerusakan jalan diperkirakan akibat kombinasi faktor, antara lain beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan,kurangnya pemeliharaan rutin,yang paling Utama Kualitas Aspal yang digunakan tidak sesuai dengan Tonase Kendaraan Truk yang bermuatan Melampaui Tonasenya serta pengaruh kondisi cuaca seperti hujan dan panas yang ekstrem. Sedangkan alasan belum adanya perbaikan hingga saat ini belum jelas secara resmi dari Balai Besar P2JN Sumsel. Masyarakat menduga hal ini terkait dengan anggaran yang terbatas atau kurangnya prioritas dalam penanganan infrastruktur jalan di daerah pedesaan.

Kondisi jalan rusak telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat:

Mobilitas Terhambat Perjalanan yang biasanya memakan waktu singkat menjadi lebih lama dan menyulitkan, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan empat.
Ekonomi Terganggu: Petani kesulitan mengangkut hasil panen ke pasar, sehingga banyak hasil pertanian yang mengalami kerusakan atau harus dijual dengan harga murah. Usaha kecil dan menengah juga merasakan dampak akibat sulitnya akses untuk memasarkan produk.
Keselamatan Terancam Kondisi jalan yang buruk meningkatkan risiko kecelakaan, seperti tergelincir atau terjatuhnya kendaraan.

Masyarakat mengajukan tuntutan agar Balai Besar P2JN Sumsel segera mengambil tindakan perbaikan jalan. Selain itu, diharapkan pemerintah daerah dapat melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengalokasikan anggaran dan memastikan proses perbaikan berjalan lancar serta tepat waktu. Beberapa warga juga mengusulkan untuk melakukan gotong royong sebagai upaya sementara untuk memperbaiki bagian-bagian jalan yang paling parah, meskipun tidak dapat menjadi solusi jangka panjang.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Balai Besar P2JN Provinsi Sumsel terkait dengan keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan rusak tersebut.(Fadjaruddin)

Perlu dicatat bahwa sebagian informasi dalam berita ini disusun berdasarkan konteks umum masalah jalan rusak di daerah pedesaan, karena data spesifik terkait ruas jalan tersebut belum ditemukan dalam pencarian informasi. Untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan terbaru, disarankan untuk menghubungi pihak Balai Besar P2JN Sumsel atau pemerintah daerah terkait.

Penulis: FadjaruddinEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *