Bandar Lampung,Jagatrayanews.id 7 November 2025 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung mengimbau masyarakat yang berdomisili di wilayah pesisir dan berada di jalur subduksi megathrust agar tetap waspada terhadap potensi gempa bumi dan tsunami.
Kepala BMKG Provinsi Lampung,Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D. diwakili Staffnya Meldisa Putri saat dikonfirmasi Awak Media ini Jum’at 7 November 2025, menjelaskan bahwa Lampung termasuk salah satu daerah yang berdekatan dengan zona subduksi di sepanjang pantai barat Sumatra, di mana lempeng Indo-Australia bertemu dan menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Aktivitas tektonik di jalur ini berpotensi menimbulkan gempa berkekuatan besar.
“BMKG terus melakukan pemantauan aktivitas seismik secara real-time. Kami meminta masyarakat tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar memastikan jalur evakuasi tsunami di wilayah pesisir Lampung tetap berfungsi dengan baik serta rutin melakukan simulasi kebencanaan.
Sejumlah daerah di Provinsi Lampung yang masuk dalam jalur rawan antara lain pesisir barat Kabupaten Pesisir Barat, Tanggamus, dan sebagian Lampung Selatan. BMKG mengimbau warga di kawasan tersebut untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG serta tidak mudah percaya pada isu atau kabar tidak jelas sumbernya.
“Pahami tanda-tanda alam, seperti air laut yang tiba-tiba surut usai gempa kuat, dan segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi,” tambahnya.
BMKG menegaskan, hingga saat ini tidak ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti waktu dan kekuatan gempa bumi, namun kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian.
Editor : F. jagatraya









