18 Pegawai RS AB Bunda Prabumulih Kena Sanksi Usai Tolak Tindakan Medis terhadap pasien Gawat Darurat
Prabumulih,Jagatrayanews.id–
Sebanyak 18 orang pegawai Rumah Sakit (RS) AB Bunda Prabumulih dijatuhi sanksi disiplin menyusul kasus penolakan tindakan medis terhadap putra Walikota Prabumulih. Kasus ini menyita perhatian publik dan memunculkan desakan evaluasi besar-besaran terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika putra Walikota Prabumulih mengalami kondisi darurat medis dan dibawa ke RS AB Bunda untuk segera mendapat pertolongan. Namun, pihak keluarga mengaku sempat ditolak dengan alasan administrasi dan prosedur rumah sakit. Penolakan tersebut membuat proses penanganan medis terlambat dan memicu kemarahan keluarga besar serta masyarakat.

Sanksi yang Dijatuhkan
Direktur RS AB Bunda Prabumulih, dr.Abdurrahman,S.POG,menyampaikan pada Audiensi dikantor DPRD Kota Prabumulih Senin 4 Agustus 2025 membenarkan bahwa pihaknya telah menjatuhkan sanksi terhadap 18 pegawai yang terlibat.
“Kami tidak menoleransi kelalaian yang dapat membahayakan nyawa pasien. Setelah dilakukan pemeriksaan internal, sebanyak 18 pegawai kami kenai sanksi mulai dari teguran keras,Mutasi,skorsing, penurunan jabatan sesuai tingkat pelanggaran masing-masing,Hingga Penonaktipan tugas hingga waktu yang ditentukan,” ujarnya pada Senin (4/8).
Ia menambahkan, manajemen rumah sakit juga melakukan evaluasi prosedur pelayanan darurat agar kasus serupa tidak terulang.
Tanggapan Pemerintah Kota Prabumulih
Walikota Prabumulih,H.Arlan, menyampaikan kekecewaannya atas kejadian tersebut.
“Kami sangat menyayangkan adanya penolakan tindakan medis, apalagi menyangkut kondisi darurat. Nyawa pasien harus menjadi prioritas utama. Kami berharap rumah sakit dan seluruh tenaga kesehatan lebih profesional dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya.
Pemerintah Kota Prabumulih juga berencana membentuk tim pengawas khusus untuk memantau pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit wilayah Prabumulih.
Respon Publik dan Harapan ke Depan
Kasus ini memicu beragam tanggapan di media sosial. Banyak warga mendukung langkah tegas manajemen rumah sakit dan menilai kejadian ini sebagai pelajaran penting untuk memperbaiki mutu pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, sejumlah aktivis kesehatan menekankan pentingnya edukasi dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga medis agar tidak mengedepankan prosedur administratif di atas keselamatan pasien.
Dengan adanya sanksi dan evaluasi ini, diharapkan RS AB Bunda dan fasilitas kesehatan lainnya di Prabumulih dapat lebih mengutamakan keselamatan serta kenyamanan pasien.
editor : F.Jagatraya









