Kampanye Dialogis Di Rambang Senuling Ajak Masyarakat Menangkan Paslon 02

Jagatrayanews.id,Prabumulih-Hujan deras warnai kampanye dialogis di Desa Rambang Senuling Kec. Rambang Kapak Tengah pada Jum’at (11/10/2024). Meski sempat di guyur hujan beberapa lama, tak menyurutkan niat ratusan ibu-ibu desa Rambang Senuling untuk ikuti senam bersama. Mereka berbondong-bondong berdatangan ke lapangan kampanye walaupun lapangan tersebut penuh genangan air hujan.

Indrajaya, selaku kordinator tim pemenangan kec. RKT menghimbau kepada masyarakat Rambang Senuling untuk mendukung penuh calon Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri dan Syamdakir Amrullah. Dia juga berharap bila terpilih nanti, tolong berikan solusi agar kami masyarakat Kecamatan Rambang umumnya dan Desa Rambang Senuling khususnya bisa menggarap lahan, mendapat bibit karet yang bagus yang muda, serta internet desa.

Di kesempatan ini Fikri menyampaikan, jika kamu terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota akan akan laksanakan pendidikan gratis, gratis semua tidak ada pungutan -pungutan, tidak ada pungutan membebani orang tua siswa untuk beli gording kelas, membeli kipas angin, membuat wc, membeli buku LKS dan lain sebagainya. Semua itu tanggung jawab Pemerintah kota Prabumulih, kalau kami terpilih, ungkap Fikri. Kemudian lagi bea siswa, bea siswa untuk anak cucu kita untuk melanjutkan sekolah. Kalau ada anak cucu kita yang tidak mampu, untuk melanjutkan sekolah yang otaknya cemerlang, maka pemerintah kota yang akan menyekolahkannya melalui bea siswa. Banyak bea siswa di Prabumulih ini. Dari Pemerintah Kota, PT. Pertamina, PT. Titis Sampurna, PDSI, PT. Samtan Gas dari Perbankan dan lainnya.

Kemudian berobat gratis, kalau ingin berobat ke puskesmas kalau belum ada kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) bisa menggunakan KK ataupun KTP. Kita akan sediakan juga ambulance desa dan kelurahan. Jadi satu desa/kelurahan satu ambulance dengan BBM dan sopir semua di tanggung pemerintah kota, tukas Efek sapaan akrab H. Andriansyah Fikri,SH. Jadi ambulance tersebut stanby di desa atau kelurahan, bukan di rumah dinas. Kami juga ada program rumah singgah di kota Palembang. Rumah tempat singgah untuk beristirahat bagi keluarga yang menunggu keluarganya berobat di rumah sakit di Palembang dan ada fasilitas antar jemput dari rumah singgah ke rumah sakit. Masalah tower yang tadi di sampaikan, sebenarnya bukan wewenang pemerintah kota. Tapi akan kami bicarakan kepada pihak pengembang seperti Telkomsel, tambah Fikri.

Di kesempatan yang sama Syamdakir menambahkan apa yang telah di sampaikan H. Andriansyah Fikri, masalah tower, akan kita loby pihak pengembang seperti Telkomsel ataupun XL. Di Jakarta ada Kementrian Kominfo, disitu ada yang namanya project internet desa. Nah akan kita loby dan bawa ke desa Rambang Senuling ini, jelas Syam. Dia juga prihatin dengan keadaan Pasar di kota Prabumulih. Banyak pedagang mengeluh masalah pendapatan yang tidak sesuai. Karena jam 09.00 pagi pasar sudah mulai sepi dari pembeli dikarenakan gelap dan becek, tambah Syam. Kami berdua ingin jadi Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih bukan karena haus jabatan ataupun nafsu, tapi setelah kami melihat, mendengar dan merasakan. Kami juga merupakan bagian dari masyarakat Prabumulih yang punya keinginan untuk membangun Prabumulih ini, karena belum Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih ini yang lahir di sini, besar di sini, sekolah di sini, ungkap Syam. (fj/md)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *